Langsung ke konten utama

Hubungan dan Egoisme, Bagaimana Perbedaan dan Egoisme Mempererat Sebuah Hubungan Romantisme

    Setiap hubungan terjalin dari dua insan yang penuh perbedaan. Dimulai dari sifat dasar seorang pria yang berbeda dengan seorang wanita, dimana pria lebih banyak membuat keputusan dengan logika, sedangkan wanita lebih banyak mengambil keputusan melalui intuisi yang melibatkan perasaan. Kemudian perbedaan latar belakang, pendidikan, cara didik, pola pikir, kebiasaan serta pandangan-pandangan yang menyangkut persoalan- persoalan kehidupan. Hal ini wajar mengingat dua insan ini dibesarkan dilingkungan yang berbeda, pola asuh, kebiasaan yang berbeda pula.

    Hubungan yang bertahan bukanlah sebuah hubungan yang mempunyai paling sedikit perbedaan. Akan tetapi sebuah hubungan yang berhasil mencari jalan tengah dari setiap perbedaan, dan menjadikan perbedaan sebagai sarana untuk membuat kedua belah pihak bergandengan lebih erat dalam berjalan beriringan. Karena perbedaan adalah sebuah anugrah yang menjadi simbol kekayaan dan kebesaran Allah SWT. Bayangkan Indonesia hanya terdiri dari satu suku, satu bahasa, satu budaya? Bukankah hal ini justru tidak lebih baik, bahkan bisa jadi indonesia tidak akan dikatakan sebagai negeri yang kaya akan keberagaman lagi. 

    Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku dengan beragam budaya adat dan bahasa agar kita saling belajar, bukan untuk mencari siapa yang terbaik tapi merenungkan dan mengagumi betapa maha besarnya Allah SWT, sekaligus menyadari bahwa tidak ada yang salah dari sebuah perbedaan. Sekali lagi tidak ada yang salah dari perbedaan antara kalian, karena yang menentukan adalah bagaimana cara kalian bersikap terhadap perbedaan tersebut, bukan perbedaan itu sendiri.

    Dalam sebuah hubungan, tidak semua perbedaan harus dipaksa untuk menjadi satu. Kembali ke awal tadi sebuah hal yang berbeda ini sudah terbentuk bertahun-tahun yang lalu, hal ini adalah sebuah kebenaran yang sudah kita yakini bertahun-tahun melalui perbedaa pola asuh, dll. Tidak mungkin mengubahnya dalam sekejab.

    Mencari jalan tengah, bukan berarti menjadikan dua insan ini sama dan memaksakan salah satu diantara mereka untuk mengikuti yang lain. Akan tetapi, mencari jalan tengah adalah sama-sama menurunkan egoisme  masing-masing. Melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang lebih luas. Melepas kacamata kuda masing-masing dan membuka pikiran untuk sebuah diskusi yang terbuka, tanpa ada salah satu pihak yang merasa terancam. 

Kita tentu saja mempunyai alasan dari setiap pandangan yang kita anut. Saling bertukar alasan adalah sebuah jalan untuk saling memahami satu dengan yang lain. Apabila masih sulit untuk mencapai sebuah jalan tengah, maka kedua belah pihak harus mengabaikan pandangan mereka masing-masing, dan melihat bagaimana Allah SWT telah mengatur mengenai masalah tersebut. 

Lagi-lagi manajemen egoisme adalah kunci dari sebuah hubungan. Tidak ada yang salah atau benar dalam perbedaan. Sekarang adalah bagaimana dua belah pihak sama-sama saling mengakui kesalahan, dan menerima segala hal yang lebih baik untuk kedepan, tanpa ada rasa dendam maupun perasaan terpaksa karena harus mengalah perihal kebiasaan. Apalagi jika jalan tengah yang diambil telah mempertimbangkan peraturan Allah SWT.









Komentar